SELAMAT DATANG DI PETARUNG JALANAN INDONESIA
Halaman ini merupakan fan blog game pertarungan ternama, STREET FIGHTER. Segala pembahasan yang ada di blog ini berkutat pada hal-hal yang berbau Strert Fighter,baik itu game, film, komik, ata hal-hal lain yang berkaitan dengan asal muasal game ini. Jadi bagi yang yang berminat, silahkan bergabung dan berpartisipasi pada blog ini. 
Are you ready..... FIGHT!!!!!

Selasa, 12 Oktober 2010

RYU - The Man With the Headband

Tanggal Lahir21 Juli
KewarganegaraanJepang
Tinggi178 cm
Berat80 kg
Golongan DarahO
Gaya BertarungAnsatsuken
DebutStreet Fighter (1987)
Bila berbicara tentang Street Fighter, rasanya belum lengkap tanpa kehadiran karakter yang satu. Benar sekali, Ryu. Muncul pertama kali pada tahun 1987 bersamaan dengan dirilisnya game SF pertama. Ryu telah menjadi icon dunia permainan video lebih dari 2 dekade. Meski kehadirannya berbarengan dengan Ken, akan tetapi porsi karakter utama sejak dari awal munculnya SF, mejadikan posisi Ryu sebagai 'most influence fighting game character' tidak dapat digoyahkan oleh siapa pun. Berikut sedikit pembahasan mengenai lelaki bersabuk kepala ini.



LATAR BELAKANG
Ryu berlatih dengan Gouken
Bila ditilik dari canon original dari Street Fighter Universe, Ryu merupakan murid dari master Gouken. Diceritakan bahwa semenjak kecil, Ryu telah menjadi yatim piatu dan tidak mengenal orang tuanya. Ia kemudian diasuh dan didik dengan keras oleh master Gouken hingga akhirnya menguasai jurus-jursu Karate dengan sempurna. Ia pun kemudian berkenalan dengan Ken dari Amerika yang juga belajar pada master Gouken demi memperdalam ajaran bushido di Jepang. Ryu dan Ken pun akhirnya menjadi rival sekaligus sahabat karib yang tidak dapat dipisahkan satu sama yang lain.


Ryu mengalahkan Sagat
Pada usia yang mulai beranjak dewasa, Gouken memerintahkan Ryu dan Ken untuk berkeliling dunia guna memperdalam ilmunya bela diri mereka. Mereka pun kemudian ikut serta dalam "World Warrior Tournament" dan bertemu dengan pendekar-pendekar lain dengan berbagai macam aliran bela diri. Pada akhirnya, Ryu berhasil mencapai babak final dan bertemu dengan sang juara bertahan, Sagat yang dijuluki sebagai 'The King of Street Fighter'. Ryu pun berhasil mengalahkan Sagat dengan 'pukulan naga terbang' atau Shouryuken dan meninggalkan luka goresan yang besar di dada Sagat. Hal ini membuat Sagat murka dan menaruh dendam pada Ryu.

Perjalanan Ryu dan Ken tidak berhenti sampai di situ. Menjelang dibukanya lagi  "World Warrior Tournament", master Gouken dibunuh dengan kejam oleh saudara seperguruannya Gouki (atau Akuma dalam versi Amerika). Hal ini membuat Ryu dan Ken harus mencari pembunuh gurunya tersebut. Keadaan ini diperparah lagi dengan munculnya diktator Vega (atau M. Bison dalam versi Amerika) yang tidak hanya menguasai dunia persilatan, namun juga mulai menggerogoti suhu politik dunia.

GAYA BERTARUNG

Yoshiji Soeno, inspirasi karakter Ryu
Secara umum,  jenis beladiri yang dibawakan oleh Ryu telah tampak dari kostumnnya yakni Karate. Namun demikian, tidak ada yang tahu pasti apa aliran Karate yang kuasai oleh karakter ini (termasuk juga karakter yang bercorak sama seperti Ken, Akuma, Dan, maupun Sean). Bila ditilik dari asal muasalnya, konon karakter ini terispirasi dari Yoshiji Soeno, murid dari Mastu Oyama. Dengan demikian, kemungkinan besar Ryu juga menganut aliran beladiri yang sama dengan sang maestro tersebut, yakni Kykushin Karate. Tapi anehnya, dalam buku manual yang diterbitkan oleh Capcom Amerika Serikat, seluruh karakter Karateka yang ada pada geme ini malah dikatakan beraliran Shotokan. Jawaban yang lebih masuk akal justru datang dari media animasi dan komik.. Dikatakan dalam canon-nya bahwa Ryu dan Ken mempelajari teknik rahasia Ansatsuken dari master Gouken. Sepertinya para fans SF dari seluruh dunia lebih sependapat dengan pernyataan terakhir ini.

DESIGN
Ryu dan Ken dari masa ke masa
Pada awalnya, Ryu digambarkan sebagai karateka muda dengan seragam gi, sabuk hitam, sarung tangan merah, serta ikat kepala berwarna putih. Ryu juga digambarkan memiliki rambut merah dan beralaskan senadal khas Jepang yang juga berwarna merah. Namun gambaran ini diubah pada Street Fighter II. Ryu terlihat lebih dewasa dan tubuhnya lebih berotot. Rambutnya pun diubah menjadi hitam dan sabuk kepala menjadi warna merah. Aksesoris sendal pun dihilangkan pada game ini. Hal ini membuat Ryu tampak lebih sangar dibandingkan dengan seri pendahulunya.

Akan tetapi pada seri Street Fighter Zero (atau Alpha di Amerika), image Ryu pun kembali seperti pada SF original minus sendal merah pada kakinya. Hal ini dikarenakan setting cerita SF0 yang mengambil waktu antara SF original dan SF II. Pada SF selanjutnya (SFIII, SFEx, dan bahkan SFIV),  disain karater Ryu kembali mengambil konsep SFII yang lebih macho dan dewasa.

Pada SF original, nama Ryu dan Ken awalnya ditulis dengan kanji (竜 Ryuu - naga , 拳 Ken - tinju ). Namun pada perkembangannya, nama kedua karakter tersebut kemudian hanya ditulis dengan hiragana. Ryu jugamemiliki oranamen kanji seperti 風林火山 fuurinkazan - angin, hutan, api, dan gunung, pada sabuknya yang merupakan perlambangan filosofi keberanian samurai. 
 
Berdasarkan IGN Enterteiment, Ryu merupakan karater terbaik yang pernah diciptakan dalam SF. Disain yang simpel dengan gi dan ikat kepala, membuat Ryu mudah diingat oleh siapa pun baik gamer maupun non game. Bahkan pada 1991, Ryu berhasil menduduki posisi  pertama dalam "Top 20 Characters of 2008" dalam majalah Aracadia.

KEMUNCULAN
Sebagai  tokoh kunci dari saga Street Fighter, Ryu bersama dengan Ken hampir selalu muncul dalam setiap seri SF. Meski porsi karakter utamanya diambil oleh Alex pada SFIII, popularitas Ryu tidak dapat disaingi oleh karakter manapun.

Selain dari pada seri SF, Ryu juga kerap muncul pada seri crossover seperti Street Fighter Vs X-Men, Capcom Vs Marvel, Capcom Vs SNK, dan kabar terakhir menyatakan Ryu juga hampir pasti hadir pada game crossover yang paling ditunggu, Street Fighter Vs. Tekken.


REVIEW
Sebagai Karakter populer, kehadiran tidak dapat dipisahkan dari dunia Street Fighter. Ibaratnya sayur tanpa garam, absennya Ryu dalam SF akan mengurangi nilai plus game tersebut. Terbukti dengan mengganti Alex pada SFIII sebagai tokoh utama, menyebabkan seri ini tidak sesukses SF lainnya meskipun secara teknis game ini lebih unggul dibanding pendahulunya maupun game fighting lain. Atau pada kasus media film yang justru mengexpos dua karater lain selain Ryu dan Ken (Guile pada "Street Fighter: The Movie" dan Chun Li pada "Street Fighter: The Legend of Chun Li"), yang mengakibatkan film-film tersebut kandas dalam tangga box office.

Apapun alasanya, kharisma Ryu mungkin tidak akan dapat digantikan oleh karater manapun. Kehadiran Ryu dalam dunia video game telah membawa pembaharaun yang siginifikan dalam perkembangannya. So, You must defeat Sheng Long to stand a chance!!! (GlontorPro)

NEXT: KEN - The Bad Boy from USA

1 komentar:

  1. mo lihat SF versus Teken... ga sabar lg !!

    d tunggu kedatangan ny

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini